Posts

Showing posts from September, 2017

Random story Part 2 (7 Hari dalam Seminggu)

Saat Kendra pergi, senja ku tak lagi sama. Meski lembanyung kadang menyambut hangat, aku sudah tak lagi berharap. Harapanku musnah sesaat Kendra mengacuhkanku pada hari itu. "Biarlah, tak perlu risau" pikirku. Tapi entah apa yang merasuki, Kendra yang enggan lagi bercengkrama denganku malah membuatku semakin penasaran. Huh, kesal, sungguh Kendra amat jahat yang membiarkan aku tidur dan bangun dengan perasaan penasaran.  "Dosa tau bikin orang kepo!" gerutuku dalam hati. Mungkin Kendra sudah teralu tua, sehingga lupa masih ada aku yang setia untuknya. Ah tapi masa bodoh saja, Kendra juga tak menganggap aku ada. ========================================================================= Ah Kendra, jauh sekali rasanya.  Jika memang mau mu, doakan aku ya supaya segera ikhlas menjauhimu.  Kendra, seandainya kau tahu... 7 hari itu. .. Aku ... Benar-benar jatuh cinta... Padamu... 

Random Part of Short Story- 7 hari dalam Seminggu

... Setelah aku dan Kendra yang menyempatan waktu dalam sisa senja bersama, segelas teh itu menjadi saksi perpisahan kita. Waktu yang memaksa berpisah membuatku jauh melangkah. Ah, perasaan apa ini? aku seperti berada diantara lelah dan lega yang merasuk begitu saja sesaat mengucapkan selamat tinggal padanya. Di sepanjang perjalananku menaiki bus yang melintasi kota Jakarta itu, langitnya tampak kelabu seperti mewakili isi hati, pikirku. Tapi lagi-lagi perasaan tak enak yang semu ini pasti akan berlalu, berlalu hingga ia pun tak tahu bagaimana rasanya melupakan seorang Kendra yang matanya selalu membuatku terpana. Hampir setiap malam setelah perpisahan itu, Kendra hadir tak hanya dalam benakku, namun melulu menghadirkan perasaan kacau, indah yang membuat pilu. Tampak merana jika ia tahu, yang se-per-tiga-malamku hanya dipenuhi oleh rindu Namun, tak jua aku berpindah dari sujud-ku yang kian lama berdoa pada Tuhan yang entah bagaimana telah mempertemukan kita dalam dunia-Nya. S...

Sementara

Sementara aku memastikanmu dari jauh agar baik-baik saja, Aku juga akan tetap berbahagia... Bagaimanapun caranya

Sehari

Pagi ku di kota mu... Yang waktunya selalu memburuku Lalu kubiarkan bergegas menjemput hangat rindu Meski lajunya berbeda, tujuannya tetap sama ah, biarlah kau tak perlu tahu Siang ku di kota mu... Hanya sekilas kupandangi bus kota yang melaju Tanpa tahu akankah ada aku di dalamnya ah, biarlah kau pun tak mau tahu Senja ku di kota mu... Tak pernah seindah itu Sampai akhirnya aku tahu perasaanku padamu ah, biarlah...kita tahu ini sudah berlalu

Karena Aku Tak Pernah Memilih

Bertabrakan dengan waktu aku... berpikir bahwa adalah keberuntungan telah menemukanmu Berjarak dengan umurku kau... lebih memilih sendiri sepanjang waktu Berkorban dan bertahan kita... hanya saling memandang karena aku tak pernah memilih... untuk mendapatkan usia dimana aku berada dengan siapa aku jatuh cinta atau berharap kau dan aku menjadi kita tapi pandanganmu itu semakin hari merasukiku dalam malam yang kutuliskan sebagian namamu di pikiranku aku sesungguhnya tak pernah memilih mengapa itu Kamu

Lelet

Lelet... Semacam kecepatan terlambat yang bisa dijangkau manusia Biasa digunakan para manula Kecepatan yang sangat menunda Lelet... Semacam putusnya koneksi sinyal wifi Atau energi manusia yang berjalan lemah lunglai Sedikit lebih mirip tukang somay Lelet... Ikan air tawar yang memiliki kumis Lelet... Serangga bermata hijau besar pembawa kuman Lelet...